Bangkaterkini.id, Rambu lalu lintas inovatif yang memisahkan jalur pesepeda dan pejalan kaki kini hadir di area Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kehadiran rambu ini disambut baik oleh masyarakat, yang berharap penerapannya dapat diperluas untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan bagi semua pengunjung.
Rambu berwarna biru tersebut terlihat mencolok di sisi selatan Monumen Selamat Datang, tepatnya sebelum Halte Tosari. Desainnya jelas, mengarahkan pesepeda ke jalur kanan, berdekatan dengan jalur TransJakarta, sementara pejalan kaki diarahkan ke tiga jalur di sisi kiri. Pemasangan traffic cone juga melengkapi rambu ini, membentang ke arah selatan menuju kawasan Senayan, mempertegas pembagian jalur.

Seorang pesepeda, Buyung, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, rambu tersebut efektif sebagai pengingat bagi para pengunjung CFD. "Bagus, paling tidak mengingatkan orang-orang yang jalan atau yang lari," ujarnya. Namun, Buyung juga menekankan pentingnya penambahan rambu serupa di titik lain. "Karena rambunya hanya di sini, jadi kalau makin banyak makin bagus, malah buat makin mengingatkan bahwa memang sebelah kanan itu untuk sepeda." Ia beralasan, keberadaan rambu yang terbatas membuat kesadaran akan pembagian jalur belum optimal, terutama bagi pejalan kaki yang terkadang masih melintas di jalur sepeda. Kekhawatiran terbesar Buyung adalah insiden mendadak. "Yang paling bahaya itu kalau orang ngejebrak gitu loh. Kadang-kadang orang itu menyeberang tiba-tiba tanpa melihat sepeda di belakangnya. Sudah beberapa kali saya hampir menabrak orang hanya karena mereka menyeberang," jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan Ichsan, pesepeda lainnya. Ia menilai rambu pemisah ini cukup efektif dalam menciptakan ketertiban di kalangan pesepeda. Namun, Ichsan mengamati bahwa pejalan kaki masih kerap berada di jalur yang seharusnya untuk sepeda. "Kita kan inginnya sepedaan lancar. Kadang ada orang yang tidak terima kalau diklakson ‘kring-kring’ gitu, ada saja itu," kata Ichsan. Ia berharap, dengan penambahan rambu dan traffic cone, kesadaran masyarakat akan pembagian jalur dapat meningkat. "Inginnya kita lancar, jadi harus lebih dibanyakin kali ya supaya orang juga sadar. Soalnya sekarang di sini ada rambu, di sana sudah tidak ada," imbuhnya.
Dari sudut pandang pejalan kaki, Adit menyambut baik pemasangan rambu tersebut. Ia mengaku sering merasa cemas dan tidak nyaman ketika ada sepeda melaju kencang di belakangnya saat berlari. "Bagus ya ada itu, kadang was-was kalau di belakang ada sepeda, takut ketabrak atau kita tiba-tiba kesenggol. Apalagi kalau sudah ‘kring-kring’ pas di belakang kita, tadi sempat mengalami juga kayak gitu," kata Adit. Menurut Adit, ketaatan terhadap rambu ini sangat krusial agar semua pengunjung dapat menikmati CFD sebagai sarana berolahraga dan rekreasi tanpa rasa khawatir. "Kadang kan orang juga ingin menikmati CFD dengan sarananya sendiri, biar sama-sama menikmati juga," pungkasnya.
