Amerika Restui Penjualan Senjata Rp 109 T ke Israel

Bangkaterkini.id, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memberikan restu untuk potensi penjualan militer asing berskala besar kepada Israel. Kesepakatan yang diperkirakan mencapai US$

Dharma

Amerika Restui Penjualan Senjata Rp 109 T ke Israel

Bangkaterkini.id, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memberikan restu untuk potensi penjualan militer asing berskala besar kepada Israel. Kesepakatan yang diperkirakan mencapai US$ 6,52 miliar, atau setara dengan Rp 109,3 triliun, ini mencakup berbagai peralatan krusial seperti helikopter serang Apache, kendaraan militer taktis, dan beragam perlengkapan terkait lainnya.

Persetujuan signifikan ini, yang disampaikan oleh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon melalui Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) dalam sebuah pernyataan pada Jumat (30/1) waktu setempat, menandai kelanjutan dukungan Washington terhadap kemampuan pertahanan Israel.

Amerika Restui Penjualan Senjata Rp 109 T ke Israel
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara lebih rinci, DSCA menguraikan bahwa persetujuan tersebut mencakup kemungkinan penjualan helikopter serang AH-64E Apache beserta peralatan pendukungnya, dengan estimasi nilai mencapai US$ 3,8 miliar (sekitar Rp 63,7 triliun). Raksasa industri pertahanan Boeing dan Lockheed Martin diproyeksikan akan menjadi kontraktor utama untuk pengadaan ini.

Terpisah dari paket helikopter, Departemen Luar Negeri AS juga memberikan lampu hijau untuk potensi penjualan Kendaraan Taktis Ringan Gabungan (Joint Light Tactical Vehicles/JLTV) dan perlengkapan terkait, dengan nilai sekitar US$ 1,98 miliar (Rp 33,2 triliun). AM General LLC ditunjuk sebagai kontraktor utama dalam kesepakatan ini.

Tidak berhenti di situ, persetujuan juga mencakup potensi penjualan unit daya (power pack) untuk Namer Armored Personnel Carrier, lengkap dengan dukungan logistik terintegrasi dan berbagai peralatan pendukung lainnya. Paket ini diperkirakan bernilai US$ 740 juta (Rp 12,4 triliun), dengan Rolls-Royce Solutions America sebagai kontraktor utamanya.

Menurut pernyataan DSCA, "Penjualan yang diusulkan ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Israel dalam menghadapi ancaman saat ini dan di masa mendatang, dengan memperkuat mobilitas pasukan daratnya selama operasi." Ini menggarisbawahi tujuan AS untuk memastikan Israel memiliki kapasitas pertahanan yang memadai.

Keputusan AS untuk terus memasok senjata kepada Israel ini datang di tengah gelombang kritik internasional yang kian memuncak, terutama terkait peran Washington dalam konflik di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, lebih dari 71.600 jiwa, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah melayang akibat perang di wilayah tersebut, memicu seruan global untuk penghentian pasokan senjata.

Beberapa anggota parlemen AS, termasuk Senator Bernie Sanders, secara konsisten menyerukan agar pemerintah AS menghentikan pasokan senjata ke Israel dan lebih aktif dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza. Mereka berpendapat bahwa dukungan militer AS turut memperpanjang penderitaan kemanusiaan di sana.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer