Bangkaterkini.id, Penyelidikan intensif tengah dilakukan oleh Kepolisian Inggris terhadap Peter Mandelson, mantan Duta Besar London untuk Amerika Serikat. Fokus utama penyelidikan ini adalah hubungan dekat Mandelson dengan terpidana kejahatan seks Jeffrey Epstein yang baru-baru ini terungkap. Sebagai bagian dari proses hukum, dua properti milik Mandelson telah digeledah oleh aparat kepolisian.
Penggeledahan ini berlangsung di tengah gelombang kritik tajam yang menerpa Perdana Menteri Keir Starmer. Ia dituding membuat keputusan kontroversial dengan menunjuk Mandelson sebagai Dubes Inggris untuk AS, padahal hubungan Mandelson dengan Epstein telah menjadi rahasia umum.

Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi bahwa mereka tengah menyelidiki Mandelson, yang kini berusia 72 tahun, atas dugaan pelanggaran perilaku dalam jabatan publik. Penyelidikan ini dipicu oleh informasi baru yang muncul dari dokumen Epstein yang dirilis di AS pada 30 Januari lalu. Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa Mandelson diduga membagikan informasi rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein saat ia menjabat menteri selama krisis keuangan tahun 2008.
Pada Jumat (6/2), Wakil Asisten Komisioner Kepolisian Hayley Sewart menyatakan bahwa personel dari tim Kejahatan Khusus Pusat Kepolisian Metropolitan London telah dikerahkan untuk menggeledah dua alamat. Satu lokasi berada di wilayah Wiltshire, Inggris bagian barat, dan satu lagi di area London, yang keduanya diyakini sebagai kediaman Mandelson. "Penggeledahan tersebut terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung atas pelanggaran perilaku dalam jabatan publik, yang melibatkan seorang pria berusia 72 tahun," jelas Sewart, tanpa secara eksplisit menyebut nama Mandelson. Ia menambahkan bahwa Mandelson belum ditangkap dan penyelidikan masih terus berjalan.
Mandelson, seorang figur sentral dalam kancah politik Inggris selama beberapa dekade, telah mengundurkan diri dari majelis tinggi parlemen Inggris, House of Lords, pada awal pekan ini menyusul publikasi kumpulan terbaru dokumen Epstein. Dokumen-dokumen tersebut mengungkap korespondensi email, transaksi keuangan, foto-foto pribadi, serta bukti bahwa Mandelson pernah memberikan informasi rahasia dan berpotensi sensitif terhadap pasar kepada Epstein hampir dua dekade silam. Epstein sendiri meninggal dunia dalam tahanan pada tahun 2019 saat menunggu persidangan kasusnya.
PM Starmer, yang sebelumnya menunjuk Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk AS, menegaskan pada Kamis (5/2) bahwa Mandelson berulang kali memberikan keterangan tidak benar untuk mendapatkan jabatan tersebut. Starmer mengaku tidak menyadari "kedalaman dan kegelapan" persahabatan antara Mandelson dan Epstein. Mandelson dipecat dari posisi Duta Besar Inggris untuk AS oleh Starmer pada September 2025, hanya tujuh bulan setelah menjabat, menyusul terungkapnya kumpulan pertama berkas Epstein oleh AS. Starmer juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban Epstein atas penilaiannya yang buruk dalam penunjukan Mandelson, namun ia mengindikasikan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya terkait skandal ini.
