Pengeroyokan Siswa Bogor Damai Tradisi Geng Terungkap

Bangkaterkini.id, Kasus penganiayaan seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor yang sempat viral di media sosial, kini telah mencapai titik terang dengan kesepakatan damai

Dharma

Pengeroyokan Siswa Bogor Damai Tradisi Geng Terungkap

Bangkaterkini.id, Kasus penganiayaan seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor yang sempat viral di media sosial, kini telah mencapai titik terang dengan kesepakatan damai antara pihak keluarga korban dan para pelaku. Insiden pengeroyokan yang melibatkan aksi injak-injak ini sebelumnya memicu perhatian publik setelah rekaman videonya tersebar luas.

Video yang beredar luas menunjukkan seorang remaja bertelanjang dada terkapar di sebuah gang sempit, dikelilingi oleh sekitar lima orang berseragam sekolah. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa korban dan para pengeroyok adalah sesama pelajar.

Pengeroyokan Siswa Bogor Damai Tradisi Geng Terungkap
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setelah insiden tersebut diselidiki oleh pihak kepolisian, total enam orang yang diduga terlibat berhasil diamankan. Namun, proses hukum tidak berlanjut ke pengadilan setelah kedua belah pihak keluarga memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Devi, perwakilan dari keluarga pelaku, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa korban. "Kami telah berdiskusi dengan keluarga korban dan pihak berwenang. Kami menyepakati keputusan akhir untuk berdamai, tentu dengan tanggung jawab dan kompensasi terhadap korban," ujar Devi di Polresta Bogor Kota pada Jumat (5/6). Ia juga berharap agar para pelaku mendapatkan pembinaan serius agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. "Harapannya, tidak ada lagi kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah," tambahnya.

Sementara itu, Iis, orang tua korban, menyatakan telah merelakan dan memaafkan perbuatan para pelaku. "Yang terpenting ke depannya mereka tidak terulang lagi, saya sudah memaafkan semuanya," kata Iis. Meski sempat merasa khawatir, Iis percaya pihak sekolah akan terus membimbing anaknya. "Saya percaya sama sekolah agar bisa terus dibimbing kembali di sekolah juga. Pasti dibina di rumah, supaya pulang sekolah langsung pulang, tidak nongkrong lagi demi keselamatan anaknya juga," jelasnya.

Motif di balik pengeroyokan ini terungkap setelah polisi mengamankan para terduga pelaku. Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana menjelaskan bahwa korban dianiaya sebagai bagian dari "ospek" atau ritual inisiasi untuk bergabung dengan kelompok atau geng para pelaku. "Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk ke kelompok mereka itu, jadi semacam diospek ya, cuma dengan cara begitu," terang AKP Asep Sundana pada Kamis (4/6). Ia menegaskan bahwa tidak ada pemicu lain yang mendasari penganiayaan tersebut, melainkan hanya syarat untuk masuk kelompok mereka.

Senada dengan itu, Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur Iptu Iwan Heri Setiawan menambahkan bahwa dari keterangan sementara, para pelaku menyebut penganiayaan tersebut sebagai tradisi bagi calon anggota baru geng mereka yang dikenal dengan nama BRAK. "Jadi kalau sementara ini, dia mau masuk kelompok mereka itu. Jadi ada tradisi menurut mereka, bagi yang baru masuk. Ya diospek gitu lah istilahnya," kata Iwan. Geng BRAK ini merupakan perkumpulan gabungan antar sekolah.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer