AS Tolak Visa Delegasi Iran Piala Dunia

Bangkaterkini.id, Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026, menuai kecaman keras setelah menolak permohonan visa bagi 15 anggota delegasi Iran. Insiden ini

Dharma

AS Tolak Visa Delegasi Iran Piala Dunia

Bangkaterkini.id, Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026, menuai kecaman keras setelah menolak permohonan visa bagi 15 anggota delegasi Iran. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari menjelang dimulainya turnamen akbar sepak bola yang akan diselenggarakan bersama oleh AS, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni mendatang.

Seorang reporter televisi pemerintah Iran dari Antalya, Turki, tempat tim nasional Iran menjalani pemusatan latihan, melaporkan bahwa visa untuk para pemain dan staf teknis telah diterbitkan. Namun, 15 anggota administrasi dan manajemen tim masih menghadapi kendala visa dan hingga kini belum memperoleh izin masuk ke wilayah Amerika Serikat.

AS Tolak Visa Delegasi Iran Piala Dunia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Penolakan ini segera memicu reaksi keras dari Teheran. Kedutaan Besar Iran di Turki, melalui platform X, mengecam tindakan AS sebagai "perlakuan yang disengaja dan diskriminatif." Mereka mendesak FIFA untuk "meminta pertanggungjawaban AS atas pelanggaran aturan dan perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional Iran."

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) juga tidak tinggal diam. Mereka menyebut keputusan AS sebagai "intervensi politik dalam olahraga dalam bentuk terburuk." Ketua FFIRI, Mehdi Taj, yang dilaporkan termasuk di antara pihak yang ditolak visanya, menyatakan bahwa pemerintah AS telah "merampas kesempatan tim nasional Iran untuk bertanding tanpa diskriminasi" dan menegaskan akan menindaklanjuti persoalan ini ke FIFA.

Di sisi lain, Utusan AS untuk Turki, Tom Barrack, sebelumnya sempat mengapresiasi kerja Kedutaan Besar AS di Ankara yang telah "memproses visa untuk tim nasional Iran" melalui unggahan di X pada Jumat malam, setelah para pemain menerima visa mereka. Namun, Barrack tidak memberikan komentar mengenai penolakan visa untuk staf manajemen.

Krisis visa ini tak lepas dari ketegangan geopolitik yang terus membayangi hubungan AS dan Iran. Pada April lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat mengisyaratkan bahwa persoalan bukan terletak pada para pemain Iran, melainkan pada "beberapa orang lain yang ingin mereka bawa," merujuk pada dugaan hubungan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), sebuah organisasi yang masuk daftar teroris versi AS. Media diaspora Iran juga menyebut Mehdi Taj sebagai mantan anggota Garda Revolusi.

Konflik diplomatik yang kini merambah ke ranah olahraga internasional ini menyoroti tantangan bagi FIFA untuk memastikan prinsip-prinsip sportivitas dan non-diskriminasi tetap terjaga di ajang sebesar Piala Dunia.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer