Bangkaterkini.id, Upacara pemakaman kenegaraan untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada hari pertama perang Timur Tengah, dipastikan ditunda. Penghormatan terakhir bagi sosok berpengaruh ini kini dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni atau awal Juli.
Dilansir dari kantor berita AFP, sebelumnya Iran berencana menggelar upacara pemakaman tiga hari pada awal Muharram, bulan pertama kalender Islam, yang berarti awal Juni. Namun, Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, melalui pernyataan yang dimuat kantor berita Fars, mengumumkan penundaan tersebut. Penundaan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada umat Muslim menyelesaikan masa berkabung tahunan mereka atas wafatnya Imam Hussein, pemimpin Syiah awal yang sangat dihormati, yang gugur dalam pertempuran Karbala pada tahun 680 Masehi.

Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, merupakan peringatan penting atas wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Hussein bin Ali RA. Tahun ini, Hari Asyura diperkirakan bertepatan dengan tanggal 25 atau 26 Juni. Dengan demikian, pemakaman Ayatollah Khamenei akan dilangsungkan pada 10 hari kedua bulan Muharram, yakni antara 26 Juni hingga 5 Juli. Para pejabat Teheran sebelumnya memprediksi bahwa upacara ini akan menarik kehadiran hingga 20 juta orang.
Ayatollah Khamenei, yang telah memimpin Republik Islam selama hampir 37 tahun, meninggal dunia di kediamannya di pusat Teheran pada 28 Februari. Upacara pemakaman kenegaraan yang semula direncanakan pada 4 Maret juga sempat mengalami penundaan kala itu, sebagai dampak dari situasi perang yang sedang berlangsung.

































