Bangkaterkini.id, Iran secara resmi memulai rangkaian upacara pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi duka yang diperkirakan berlangsung selama enam hari ini dimulai pada Sabtu (4/7) pagi waktu setempat, menyusul wafatnya Khamenei di usia 86 tahun. Beliau berpulang bersama beberapa anggota keluarganya akibat serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang menghantam kompleks kediaman dan kantornya di pusat Teheran.
Tokoh sentral Republik Islam selama 37 tahun ini disemayamkan siang dan malam hingga Senin mendatang di dalam kompleks Grand Mosalla. Masyarakat umum diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir dalam "seremoni perpisahan" yang dijadwalkan pada Sabtu (4/7) dan Minggu (5/7) di Teheran, dengan penjagaan ketat oleh polisi anti huru hara.

Berikut adalah rangkuman mengenai jalannya pemakaman Ayatollah Ali Khamenei:
Tangisan Haru Iringi Persemayaman
Peti jenazah Ali Khamenei pertama kali diperlihatkan kepada publik pada Kamis (2/7) waktu setempat, ditempatkan di samping husseiniyeh di Grand Mosalla. Momen ini menjadi titik awal tangisan para pelayat yang mengiringi prosesi duka. Acara pra-pemakaman, yang menurut kantor berita IRNA, diselenggarakan khusus untuk keluarga anggota angkatan bersenjata dan staf kantor Pemimpin Tertinggi Iran, menjadi kesempatan pertama bagi mereka untuk melihat peti jenazah. Foto-foto yang beredar di media Iran menunjukkan para pelayat larut dalam kesedihan, meneriakkan slogan-slogan keagamaan saat peti jenazah dibawa. Iman Attarzadeh, juru bicara panitia seremoni, menjelaskan bahwa acara ini adalah kesempatan bagi keluarga korban konflik untuk memberikan penghormatan terakhir. Meskipun televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman, acara ini sebagian besar terbatas untuk tamu undangan.
Prosesi Duka Berlangsung Selama Enam Hari
Televisi pemerintah Iran pada Sabtu (4/7) pagi melaporkan dimulainya secara resmi prosesi pemakaman umum yang akan berlangsung enam hari, berlanjut ke Irak sebelum dikebumikan. Ribuan pelayat, membawa spanduk merah sebagai simbol seruan balas dendam, berkumpul di halaman Grand Mosalla Teheran. Ratusan lainnya telah menunggu di luar, beberapa menangis, sementara yang lain duduk dengan sabar. Dinding kompleks dipenuhi potret besar Khamenei, bendera hitam tanda berkabung, dan bendera merah yang melambangkan kemartiran dan pembalasan. Operasi keamanan besar-besaran dikerahkan, dengan personel bersenjata siaga tinggi dan pemeriksaan ketat diberlakukan.
Gema "Matilah Amerika" di Tengah Kerumunan
Upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dimulai pada Sabtu (4/7) pagi di Teheran dihadiri ribuan orang, sekaligus menjadi demonstrasi kekuatan kepada musuh-musuh Republik Islam. Teriakan "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam" menggema di lokasi. Otoritas Iran memperkirakan antara 15 hingga 20 juta orang akan memberikan penghormatan terakhir di Teheran selama tiga hari ke depan. Jurnalis AFP melaporkan pelayat berjalan berkilo-kilometer untuk mencapai lokasi, bahkan ratusan warga sudah menunggu sejak Jumat malam. Langkah-langkah keamanan signifikan diterapkan, dengan jalan-jalan diblokir dan wilayah udara diperkirakan akan ditutup. Ini merupakan acara publik terbesar di Iran sejak pemakaman Ruhollah Khomeini pada tahun 1989. Peti jenazah Khamenei akan disemayamkan hingga Senin, kemudian dibawa melalui jalanan Teheran, dipindahkan ke pusat keagamaan Qom pada Selasa, lalu ke kota-kota suci Syiah di Irak pada Rabu, sebelum dikebumikan pada Kamis di kota kelahirannya, Mashhad.
Kehadiran Tamu Internasional
Sejumlah tamu internasional turut memberikan penghormatan terakhir pada Jumat (3/7). Mereka termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator antara Iran dan AS. Hadir pula mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang kini menjabat wakil kepala dewan keamanan Rusia, mewakili Presiden Vladimir Putin. Kelompok milisi Palestina Hamas dan milisi Lebanon Hizbullah, keduanya didukung Teheran, juga mengirimkan utusan. Tak ketinggalan, pemerintah Taliban di Afghanistan turut hadir.
Perwakilan dari Indonesia Turut Berduka
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia turut diundang dalam rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan apresiasi pemerintah RI atas undangan tersebut. Pemerintah Indonesia mengutus Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, sebagai perwakilan. Pihak Iran pun menyampaikan apresiasi atas keputusan Indonesia menunjuk Dubes RI di Teheran. Berdasarkan informasi resmi, rangkaian acara penghormatan berlangsung dari 3 hingga 9 Juli di berbagai kota di Iran dan Irak. Dubes Rolliansyah Soemirat telah hadir pada 4 Juli pagi waktu Teheran dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla.

































