Anutin Charnvirakul Kuasai Pemilu Thailand

Bangkaterkini.id, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, telah mengukuhkan dominasinya dalam pemilihan umum yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari waktu setempat. Kemenangan telak ini membuka jalan

Dharma

Anutin Charnvirakul Kuasai Pemilu Thailand

Bangkaterkini.id, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, telah mengukuhkan dominasinya dalam pemilihan umum yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari waktu setempat. Kemenangan telak ini membuka jalan bagi terbentuknya koalisi pemerintahan yang lebih stabil, diharapkan mampu mengakhiri masa-masa gejolak politik yang melanda negara itu.

Keputusan Anutin untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilu sela pada pertengahan Desember tahun sebelumnya, di tengah ketegangan perbatasan dengan Kamboja, terbukti menjadi langkah strategis yang menguntungkan. Langkah ini, menurut pengamat politik, dinilai sebagai upaya cerdik untuk memanfaatkan sentimen nasionalisme yang sedang menguat di kalangan masyarakat. Anutin sendiri sebelumnya mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Perdana Menteri sebelumnya, Paetongtarn Shinawatra dari Partai Pheu Thai, yang digulingkan akibat kontroversi percakapan telepon dengan mantan pemimpin Kamboja.

Anutin Charnvirakul Kuasai Pemilu Thailand
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan hasil sementara dari Komisi Pemilu Thailand, dengan hampir 95 persen tempat pemungutan suara (TPS) telah rampung melaporkan, Partai Bhumjaithai pimpinan Anutin berhasil mengamankan sekitar 192 kursi parlemen. Jumlah ini jauh melampaui perolehan Partai Rakyat yang progresif dengan 117 kursi, serta Partai Pheu Thai, yang didirikan oleh Thaksin Shinawatra, yang hanya memperoleh 74 kursi. Sementara itu, partai-partai politik lainnya secara kolektif meraih 117 kursi, melengkapi total 500 anggota parlemen Thailand.

Dalam konferensi pers di markas besar Partai Bhumjaithai di Bangkok, Anutin menyatakan, "Kemenangan Bhumjaithai hari ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Thailand, terlepas dari pilihan politik Anda." Ia menambahkan, "Kami berkomitmen untuk melayani rakyat Thailand dengan segenap kemampuan kami." Pencapaian ini menandai peningkatan signifikan bagi Anutin dan partainya, mengingat pada pemilu 2023 lalu Bhumjaithai hanya berada di posisi ketiga. Dominasi di parlemen ini diprediksi akan semakin mengukuhkan posisi kekuasaan Anutin.

Di sisi lain, Ketua Partai Rakyat, Natthaphong Ruengpanyawut, telah mengakui kekalahan partainya di hadapan awak media di Bangkok. Ia menegaskan bahwa partainya tidak akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang akan dibentuk, pun tidak akan membentuk koalisi tandingan. Natthaphong menyatakan, "Kami menjunjung tinggi prinsip menghormati partai pemenang pertama dan haknya untuk membentuk pemerintahan." Ia melanjutkan, "Jika Bhumjaithai berhasil membentuk pemerintahan, maka kami akan berada di posisi oposisi."

Sistem pemilihan di Thailand menganut model perwakilan campuran, di mana 400 anggota parlemen dipilih dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing, sementara 100 kursi sisanya dialokasikan berdasarkan perolehan suara daftar partai. Meskipun Bhumjaithai unggul dalam perolehan kursi, partai ini diperkirakan tidak akan mencapai mayoritas absolut di majelis rendah parlemen yang beranggotakan 500 orang. Oleh karena itu, Partai Pheu Thai, yang sebelumnya pernah menjadi mitra koalisi Anutin, kini dipandang sebagai kandidat paling potensial untuk membentuk koalisi pemerintahan bersama.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer