Bangkaterkini.id, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali dilanda bencana banjir yang meluas signifikan pada Kamis (29/1/2026) sore. Data terbaru menunjukkan 49 desa di 16 kecamatan kini terendam air, memaksa ribuan warga mengungsi dari rumah mereka.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, hingga pukul 16.00 WIB, total 51.289 Kepala Keluarga (KK) merasakan dampak langsung dari banjir ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.805 KK terpaksa meninggalkan rumah mereka dan kini menempati 24 lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dan relawan.

Dodi menegaskan bahwa tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bekasi bersama berbagai pemangku kepentingan terkait terus bekerja keras di lapangan. Mereka fokus pada pendataan korban, upaya evakuasi warga yang masih terjebak atau membutuhkan bantuan, serta pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi banjir di seluruh wilayah terdampak.
Sejumlah kecamatan yang mengalami dampak paling parah antara lain Tambun Utara, di mana Desa Sri Amur mencatat ketinggian air mencapai 80-120 cm. Kecamatan Babelan juga terpukul, dengan Kelurahan Kebalen terendam hingga 40-100 cm. Sementara itu, di Kecamatan Karang Bahagia, Desa Karang Sentosa melaporkan TMA (Tinggi Muka Air) 50-100 cm.
Kecamatan lain seperti Taruma Jaya, Cibitung, Muara Gembong, Cabangbungin, dan Cikarang Utara juga tidak luput dari genangan, dengan TMA bervariasi antara 10 cm hingga 85 cm di berbagai desa. Kondisi ini menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta tata kelola air yang lebih baik di masa mendatang.
