Bangkaterkini.id, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan laporan kinerja pemerintahan daerah sepanjang tahun anggaran 2025 di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi. Dalam penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Ipuk menyoroti berbagai capaian positif yang menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga penurunan angka kemiskinan.
"Penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir, kami selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD melalui Rapat Paripurna," kata Ipuk, dalam keterangan yang diterima bangkaterkini.id. Penyampaian laporan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi pada Jumat (27/3).

Ipuk menjelaskan bahwa IPM Banyuwangi pada tahun 2025 berhasil mencapai 75,17, meningkat dari angka 74,30 pada tahun sebelumnya. "Realisasi ini melampaui target yang telah ditetapkan, mencapai 100,40 persen dari proyeksi awal," ujarnya.
Selain IPM, tren positif juga terlihat pada upaya pengentasan kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Banyuwangi turun menjadi 6,13 persen pada tahun 2025, dari sebelumnya 6,54 persen di tahun 2024. Indeks Gini, yang mengukur ketimpangan pendapatan, turut membaik dari 0,312 menjadi 0,290 pada periode yang sama, mengindikasikan distribusi pendapatan yang lebih merata.
Sektor ekonomi Banyuwangi juga menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada tahun 2025. Angka ini naik signifikan dari 4,68 persen di tahun 2024, menandai kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir (2021-2025). Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur dan nasional, serta melebihi target yang ditetapkan sebesar 115,31 persen.
Daya tarik pariwisata Banyuwangi terus meningkat. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara melonjak dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang di 2025. Sementara itu, wisatawan mancanegara juga menunjukkan peningkatan substansial, dari 122,90 ribu orang menjadi 166,99 ribu orang pada periode yang sama.
Berbagai prestasi nasional turut menghiasi perjalanan Banyuwangi di tahun 2025. Daerah ini meraih penghargaan sebagai Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2024. Selain itu, Banyuwangi juga dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri. Dalam bidang digitalisasi pemerintahan, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Banyuwangi mencapai 4,87, menempatkannya sebagai pemerintah daerah terbaik secara nasional.
Menutup paparannya, Bupati Ipuk menegaskan bahwa semua capaian gemilang ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak. "Ini adalah hasil kolaborasi Pemerintah Daerah, DPRD, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Banyuwangi," pungkasnya.
