Bangkaterkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan dukungannya terhadap program Komponen Cadangan (Komcad) yang kini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk memperkokoh semangat nasionalisme dan kedisiplinan di kalangan warga negara.
Menurut Doli, program Komcad memiliki peran krusial dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan meningkatkan kedisiplinan, dua elemen fundamental untuk mengakselerasi pembangunan dan mencapai status negara maju. "Untuk melanjutkan percepatan pembangunan, apalagi kita memerlukan lompatan-lompatan untuk menjadi negara maju, persoalan mendasar seperti terbentuknya karakter keindonesiaan yang kuat dengan tingkat kedisiplinan tinggi menjadi variabel kunci," jelas Doli dalam keterangannya pada Jumat (27/2/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa dukungannya terhadap Komcad berlandaskan pada orientasi penguatan nasionalisme dan kedisiplinan. Bahkan, Doli berpendapat bahwa program Komcad seharusnya tidak hanya terbatas pada ASN, melainkan diperluas untuk seluruh warga negara yang memenuhi syarat.
"Jangankan untuk ASN, program itu justru perlu bagi seluruh elemen masyarakat," imbuhnya. Doli menganalisis bahwa dengan kondisi disiplin nasional yang cenderung melemah dan terkikisnya rasa nasionalisme, program wajib militer seperti yang diterapkan di negara-negara kuat seperti Jepang dan Korea Selatan mungkin perlu dipertimbangkan.
Namun, Presidium KAHMI ini memberikan peringatan keras agar Komcad tidak disalahgunakan untuk memiliterkan sipil atau mengaburkan batas antara sipil dan militer. Doli berharap program ini mampu memperkuat karakter masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan dan masalah sosial, seperti penyalahgunaan narkoba dan perilaku asusila.
Sebagaimana diketahui, partisipasi ASN dalam Komcad telah diatur melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Peran Serta Pegawai ASN sebagai Komponen Cadangan dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara. Kementerian Pertahanan (Kemhan) mencatat, sebanyak 4.000 ASN dari berbagai kementerian/lembaga di Jakarta akan diikutsertakan dalam program ini.
ASN yang menjadi target program ini berusia antara 18 hingga 35 tahun. Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengindikasikan bahwa pendidikan dasar Komcad kemungkinan akan dilaksanakan pada April 2026. Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan kesiapan TNI AD untuk memfasilitasi pendidikan tersebut.
Kemhan Tegaskan Partisipasi Sukarela dan Selektif
Terkait program ini, Kemhan menegaskan bahwa keikutsertaan 4.000 ASN dalam pelatihan Komcad bersifat sukarela. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, di Jakarta Pusat pada Rabu (25/2/2026) menekankan, "Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi. Syarat-syaratnya adalah sukarela. Sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada."
Rico menjelaskan bahwa Kemhan hanya menyediakan kuota, sementara jumlah ASN yang akan mengikuti pelatihan sepenuhnya bergantung pada keputusan masing-masing kementerian terkait. Selain itu, proses seleksi ketat akan diberlakukan bagi para calon peserta pelatihan.
"Biasanya akan ditentukan dari, misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A ya mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang. Kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ," pungkas Rico, menjelaskan mekanisme penentuan peserta Komcad.
