Bangkaterkini.id, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah menggarap proyek gorong-gorong berskala besar di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Inisiatif ini bertujuan vital untuk mengatasi persoalan genangan air yang rutin muncul saat intensitas hujan tinggi. Proyek ambisius ini dijadwalkan rampung pada Desember 2026, dengan masa pengerjaan yang dimulai sejak 15 September 2025 hingga 15 Desember 2026, total 455 hari.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, menjelaskan bahwa pembangunan sistem tata air ini mengadopsi metode pipe jacking atau pembangunan saluran bawah tanah. Teknik ini dipilih untuk efektivitas penanganan genangan yang kerap melanda, khususnya di persimpangan vital Jalan H Nawi Raya dan ITC Fatmawati. Lingkup pekerjaan membentang dari Jalan Fatmawati Raya hingga Jalan H Nawi Raya.

Ika menambahkan, selama ini, aliran air dari Saluran Panel Hubung Bagi (PHB) Madrasah di Cilandak yang mengarah ke Saluran PHB Darmawangsa di Kebayoran Baru seringkali meluap saat hujan deras. Dengan adanya proyek ini, diharapkan sebagian debit air dapat dialihkan secara signifikan menuju Kali Grogol. Pengalihan ini, melalui saluran bawah tanah yang baru, akan secara efektif mengurangi beban aliran yang sebelumnya menuju Kali Krukut.
Jalur proyek saluran bawah tanah ini membentang sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Dimulai dari persimpangan Jalan Fatmawati Raya, Jalan H Nawi Raya, dan ITC Fatmawati, kemudian melintasi Jalan H Nawi Raya, berlanjut ke Jalan Margaguna, dan akhirnya bermuara di Kali Grogol, tepatnya di area Jembatan Jalan Margaguna sisi utara Pondok Indah Mall 1. Sepanjang jalur ini, akan terdapat 12 titik pit atau lubang galian yang dikerjakan secara bertahap.
Pelaksanaan penggalian pit dilakukan secara bertahap, mengikuti skema rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tahap awal pengerjaan telah dimulai dari bagian hilir, yakni Pit 12 yang berlokasi di Jalan Margaguna sisi utara Pondok Indah Mall 1, dengan jadwal pengerjaan dari 6 November 2025 hingga 19 April 2026. Sementara itu, pengerjaan Pit 11 dan Pit 10 dijadwalkan rampung hingga Maret 2026. Ika menegaskan, selama pengerjaan ketiga pit tersebut, akan terjadi penyesuaian signifikan pada arus lalu lintas, di mana kondisi jalan yang semula memiliki dua lajur akan menyempit menjadi satu lajur.
Untuk pengerjaan pit selanjutnya, yakni Pit 9 hingga Pit 1 yang membentang di sepanjang Jalan H Nawi Raya hingga Jalan Fatmawati, skema rekayasa lalu lintasnya masih menunggu keputusan final dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dengan rampungnya seluruh proyek ini, Ika Agustin menyatakan optimisme tinggi bahwa sistem tata air yang baru akan secara drastis mengurangi, bahkan menghilangkan, masalah genangan yang selama ini menjadi momok bagi warga Fatmawati dan sekitarnya.
