Bangkaterkini.id, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 dilaporkan mengguncang wilayah selatan Kepulauan Fiji pada hari ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia dengan sigap mengeluarkan pernyataan, memastikan bahwa guncangan dahsyat tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami yang mengancam wilayah Indonesia.
Menurut penjelasan dari Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, pusat gempa di Kepulauan Fiji terdeteksi berada pada kedalaman sekitar 653 kilometer. Fenomena alam ini diidentifikasi sebagai akibat dari aktivitas subduksi Lempeng Pasifik yang bergerak di bawah Lempeng Australia. "Gempa bumi ini menunjukkan mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust-fault," terang Rahmat Triyono dalam keterangan resminya, pada hari Minggu.

Rahmat Triyono lebih lanjut menegaskan bahwa gempa yang melanda Kepulauan Fiji ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami di perairan Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan terus memantau informasi terkini yang dikeluarkan oleh BMKG secara berkala. "Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan pada bangunan akibat dampak gempa bumi tersebut," tambahnya.
Informasi tambahan dari sumber internasional, seperti yang dilansir oleh Xinhua dan mengutip Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 07:43:24 GMT. GFZ mencatat kedalaman gempa sedikit berbeda, yaitu pada 630,4 kilometer. Titik episenter gempa awalnya ditentukan pada koordinat 21,71 derajat Lintang Selatan dan 179,71 derajat Bujur Timur.
Sementara itu, The Watchers, berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), juga mengonfirmasi bahwa gempa berkekuatan magnitudo 6 ini tidak memicu peringatan tsunami. Pusat gempa diperkirakan berjarak sekitar 416 kilometer (259 mil) di selatan Levuka (dengan populasi 8.360 jiwa) dan 423 kilometer (263 mil) di selatan-tenggara Suva (dengan populasi 77.300 jiwa), kedua kota tersebut berada di Fiji. USGS mengeluarkan Peringatan Hijau, mengindikasikan kemungkinan rendahnya korban jiwa dan kerugian ekonomi akibat guncangan. Secara umum, penduduk di area terdampak tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa, terutama jenis konstruksi informal seperti bangunan berbahan logam, kayu, seng, atau konstruksi campuran.
