Bangkaterkini.id, Warga di Krueng Lingka, Aceh Utara, merayakan tradisi Meugang menjelang bulan suci Ramadan dengan nuansa yang mendalam. Perayaan ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian, terutama bagi mereka yang masih dalam masa pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Tradisi Meugang, yang secara turun-temurun dilakukan masyarakat Aceh, biasanya ditandai dengan menyantap daging dan hidangan istimewa lainnya sebelum memasuki bulan puasa. Namun, di Krueng Lingka tahun ini, semangat berbagi terasa lebih kental. Hidangan khas berupa kuah beulangong dimasak dalam jumlah besar dan kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh warga, khususnya keluarga yang terdampak langsung oleh bencana alam.

Pembagian kuah beulangong ini bukan sekadar tradisi kuliner, melainkan juga wujud nyata solidaritas sosial. Momen ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang tengah berjuang membangun kembali kehidupan mereka. Kehangatan hidangan dan kebersamaan yang terjalin menjadi penguat semangat untuk bangkit dari keterpurukan.
Perayaan Meugang yang penuh makna ini berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, menciptakan suasana haru sekaligus penuh harapan di tengah upaya pemulihan daerah. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan tradisi lokal memiliki peran penting dalam mempercepat proses bangkitnya komunitas pascabencana di Aceh Utara.
