Bangkaterkini.id, Jakarta – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyerukan kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam orasi kebangsaan yang menyoroti sejarah panjang dan kontribusi strategis HMI sejak didirikan pada tahun 1947.
Muzani menekankan bahwa HMI telah hadir sejak awal berdirinya Republik Indonesia, bahkan sebelum negara ini terkonsolidasi sepenuhnya. "HMI lahir ketika negara ini belum terkonsolidasi, belum menghadapi agresi Belanda. Dari situ muncullah anak-anak bangsa yang punya kesadaran tinggi untuk membangun masa depan negeri," ujarnya saat audiensi Sekolah Pimpinan Pengurus Besar (PB) HMI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurut Muzani, HMI selalu terlibat dalam berbagai peristiwa penting bangsa, mulai dari era orde lama, orde baru, hingga reformasi. Ia juga menyinggung gagasan ‘Islam Yes, Partai Islam No’ dari Nurcholish Madjid (Cak Nur) sebagai penyeimbang terhadap sekularisasi yang berlebihan pada masanya.
"Tanpa harus menjadi partai Islam, semangat keislaman hari ini justru menjadi energi kehidupan berbangsa. Negara melindungi ibadah, transaksi, dan praktik kehidupan berdasarkan ajaran agama," jelasnya.
Muzani mengajak anggota HMI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui berbagai profesi. Ia meyakini bahwa Sekolah Pimpinan HMI adalah wadah untuk menciptakan pemimpin masa depan yang akan berkiprah sebagai bupati, wali kota, bahkan gubernur.
Semangat perjuangan HMI, menurut Muzani, harus terus menyala, apapun profesi yang diemban di masa depan. Slogan ‘Yakin Usaha Sampai’ harus menjadi tekad yang terus hidup untuk kemajuan Indonesia.
Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menegaskan bahwa generasi muda adalah penentu arah masa depan bangsa. Keresahan terhadap isu ekologis, pendidikan, dan keadilan di daerah adalah wujud kepedulian terhadap tantangan yang dihadapi bangsa.
Bagas menambahkan bahwa mencintai bangsa tidak cukup hanya dengan slogan, tetapi juga dengan keberanian memberikan kritik yang jujur kepada negara. Hal ini penting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia dan pemerataan keadilan.
"Masa depan kita sangat ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia dipersiapkan, bagaimana pendidikan ditata, dan bagaimana keadilan daerah diwujudkan. Dan, ini sejalan dengan perjuangan yang terus dilakukan HMI," pungkas Bagas.
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Badan Pengkajian MPR RI Kamrussamad, Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati Nasional Jamilah Abdul Gani, pimpinan PB HMI, serta peserta Sekolah Pimpinan PB HMI dari berbagai cabang dan badan koordinasi HMI se-Indonesia.
