Bangkaterkini.id, Sebuah kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan Samarinda akhirnya terkuak motifnya. Kepolisian setempat berhasil mengungkap bahwa aksi keji ini didalangi oleh suami siri korban, J (53), dan ibu angkatnya, R (56). Dua motif utama melatarbelakangi perbuatan sadis tersebut: dendam pribadi dan nafsu menguasai harta benda korban.
Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda menjelaskan, motif pertama adalah rasa sakit hati mendalam. Para pelaku merasa terus-menerus dituduh oleh korban, S (35), telah menjalin hubungan terlarang dan melakukan perselingkuhan berkali-kali. Tuduhan ini memicu kemarahan dan dendam yang berujung pada perencanaan pembunuhan.

Selain faktor dendam, motif kedua yang tak kalah kuat adalah keinginan untuk menguasai seluruh aset milik korban. Barang-barang berharga seperti kendaraan bermotor, alat komunikasi berupa telepon genggam, dan aset berharga lainnya menjadi incaran utama para pelaku. Mereka melihat kesempatan untuk mengambil alih kepemilikan barang-barang tersebut setelah korban tewas.
Kombes Hendri Umar lebih lanjut menegaskan bahwa kejahatan ini bukanlah aksi spontan. Berdasarkan penyelidikan, kedua pelaku telah menyusun rencana pembunuhan secara matang sejak Januari 2026. Bahkan, mereka diketahui telah melakukan survei lokasi untuk pembuangan jasad korban setelah dieksekusi, menunjukkan tingkat perencanaan yang mengerikan. Pengungkapan motif dan perencanaan keji ini memberikan gambaran jelas mengenai latar belakang di balik kasus mutilasi yang mengguncang ketenangan warga Samarinda.
