Bangkaterkini.id, Warga Mangkang Wetan, Semarang, kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah jembatan penghubung utama mereka ambruk. Akibatnya, aktivitas sehari-hari ratusan penduduk di wilayah tersebut kini sepenuhnya bergantung pada rakit-rakit buatan yang dirakit secara swadaya. Kondisi darurat ini telah berlangsung hampir dua pekan, menciptakan tantangan besar bagi mobilitas warga.
Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antarwilayah itu dilaporkan ambruk setelah diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Kerusakan parah pada struktur jembatan membuatnya tidak bisa lagi dilalui, memutus akses vital bagi warga Mangkang Wetan. Situasi ini memaksa mereka untuk mencari solusi sementara demi melanjutkan kegiatan rutin.

Setiap hari, mulai dari anak-anak sekolah yang ingin menuntut ilmu, para pekerja yang mencari nafkah, hingga ibu-ibu yang hendak berbelanja kebutuhan pokok, harus menyeberangi sungai menggunakan rakit sederhana. Meskipun rakit-rakit tersebut dibuat dengan upaya maksimal oleh warga setempat, risiko keselamatan tetap menjadi kekhawatiran utama, terutama saat arus sungai sedang deras atau cuaca buruk.
Ketergantungan pada alat penyeberangan darurat ini tentu bukan solusi jangka panjang yang aman dan efektif. Warga Mangkang Wetan sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki jembatan yang ambruk. Perbaikan infrastruktur ini sangat krusial demi memulihkan kembali kelancaran akses dan memastikan keselamatan serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
