Bangkaterkini.id, Langit Doha, ibu kota Qatar, diguncang rentetan ledakan dahsyat pada Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Peristiwa ini disertai kepulan asap hitam yang membumbung tinggi, terjadi hanya beberapa jam setelah otoritas Qatar mengumumkan evakuasi warga di sekitar kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Doha. Insiden ini menambah daftar panjang serangan drone dan rudal yang dilancarkan Iran sebagai balasan atas gempuran AS dan Israel sejak Sabtu (28/2).
Para jurnalis AFP yang berada di Doha melaporkan bahwa ledakan pada Kamis tersebut merupakan yang paling dahsyat sejak Iran mulai menargetkan negara-negara Teluk pada akhir pekan lalu. Asap pekat berwarna hitam terlihat jelas membubung di atas langit kota, menciptakan pemandangan yang mengkhawatirkan. Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai kerusakan atau korban jiwa yang diakibatkan oleh serangkaian ledakan terbaru di wilayah Qatar tersebut.

Rentetan ledakan ini juga terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, melontarkan kritik keras kepada Menlu Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon pada Kamis (5/3/2026). Ini menandai komunikasi tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak Iran memulai serangan drone dan rudalnya ke Qatar.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed secara tegas menuduh Iran berupaya "membahayakan negara-negara tetangga mereka dan menyeretnya ke dalam perang yang bukan perang mereka." Ia juga menolak klaim Iran yang menyatakan bahwa serangan mereka hanya menargetkan fasilitas AS, bukan Qatar. Sheikh Mohammed menegaskan bahwa sejumlah serangan Iran justru menghantam area sipil dan permukiman warga.
Situasi serupa juga dilaporkan di wilayah Teluk lainnya. Rentetan ledakan turut terdengar di Manama, ibu kota Bahrain, pada Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Sementara itu, otoritas Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat tiga rudal jelajah dan tiga drone pada hari yang sama. Di lepas pantai Kuwait, sebuah kapal tanker dilaporkan dilanda "ledakan besar" yang menyebabkan tumpahan minyak ke laut, berdasarkan laporan dari badan keamanan maritim Inggris, UKMTO.
