Bangkaterkini.id, Pantai Teluk Labuan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menghadapi pemandangan tak biasa. Hamparan pasir yang biasanya menjadi daya tarik wisatawan, kini dipenuhi tumpukan sampah dan batang-batang kayu yang menggunung. Material asing ini diduga kuat berasal dari luar wilayah Banten, mengganggu aktivitas warga pesisir dan para pedagang setempat.
Seorang pedagang lokal, Mu’minah, mengungkapkan bahwa tumpukan kayu dan sampah tersebut mulai berdatangan sejak beberapa hari terakhir. "Sampah kayu ini dari kemarin-kemarin datengnya, kalau datengnya nggak tahu ya, tapi ada yang ngomong dari Aceh," ujarnya pada Selasa (waktu setempat). Kehadiran material ini sangat mengganggu operasional lapaknya. "Pasti terganggu ya, karena kan kita pedagang nggak bisa pasang lesehan karena banyak sampah, terus tamu-tamunya juga pada risi," keluhnya, meskipun ia melihat sebagian pedagang lain tetap berusaha berjualan di tengah kondisi tersebut. Mu’minah berharap ada pihak yang segera turun tangan membersihkan area pantai agar aktivitas ekonomi bisa kembali normal.

Dampak serupa juga dirasakan oleh para nelayan. Rudin, seorang nelayan setempat, menuturkan bahwa keberadaan kayu-kayu yang mengapung di perairan sangat menghambat mobilitas kapal. "Menghambat keluar masuk kapal karena ada sampah-sampah kayu, pasti lah ganggu ke nelayan, kan takut juga kena kapal," jelasnya. Rudin menduga, jenis kayu dan potongan yang ditemukan tidak lazim di Pandeglang, sehingga ia berasumsi material tersebut terbawa arus ombak dari Pulau Sumatera, seperti Padang, akibat cuaca ekstrem yang melanda.
Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Winarno, membenarkan dugaan asal-usul kayu tersebut. "Info dari warga berasal dari luar Banten," katanya. Meskipun demikian, Winarno mengaku tidak memiliki informasi detail mengenai volume atau jumlah pasti kayu yang terdampar. Ia juga mengklaim bahwa upaya pembersihan sampah kayu tersebut sudah dilakukan.
