Bangkaterkini.id, Fenomena antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh. Warga terlihat berbondong-bondong mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertashop dengan membawa jeriken berbagai ukuran. Pemandangan ini, yang sempat viral di media sosial, menunjukkan antrean mengular hingga ke jalan raya.
Kondisi serupa tidak hanya terlihat di Aceh Tengah, tetapi juga merambah ke lima SPBU di Kota Banda Aceh, di mana antrean didominasi oleh kendaraan roda dua dan empat yang memadati jalanan, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Di Kabupaten Bener Meriah pun, warga terpantau ikut mengantre dengan membawa jeriken untuk membeli BBM. Bahkan, pembelian BBM dalam jumlah besar juga dilaporkan terjadi di tingkat pedagang eceran, dengan masyarakat mengisi bahan bakar ke dalam wadah jeriken.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, memastikan bahwa pasokan BBM untuk wilayah tersebut, berdasarkan informasi dari PT Pertamina, dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia menambahkan, sebuah kapal pengangkut BBM dijadwalkan bersandar hari ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
Mustafa merinci, untuk wilayah distribusi depot Lhokseumawe yang mencakup Aceh Tengah, ketersediaan BBM saat ini meliputi 1,3 juta liter Pertamax, 4,3 juta liter Pertalite, dan 2,3 juta liter Solar. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan. Menurutnya, pasokan BBM akan terus didistribusikan ke wilayah Gayo setiap harinya, menjamin ketersediaan yang stabil.
