Israel Gempur Lebanon Hizbullah Tolak Berunding

Bangkaterkini.id, Israel terus melancarkan gempuran intensif ke wilayah Lebanon, bahkan telah mengerahkan pasukan darat. Di tengah eskalasi ini, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dengan tegas menyatakan

Dharma

Israel Gempur Lebanon Hizbullah Tolak Berunding

Bangkaterkini.id, Israel terus melancarkan gempuran intensif ke wilayah Lebanon, bahkan telah mengerahkan pasukan darat. Di tengah eskalasi ini, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dengan tegas menyatakan penolakan kelompoknya terhadap segala bentuk perundingan gencatan senjata selama agresi Israel masih terus berlangsung.

Israel, yang memiliki sejarah pendudukan di Lebanon selatan selama dua dekade hingga tahun 2000, kini kembali memperluas operasi militernya. Pasukan darat Israel dilaporkan berupaya mengamankan koridor strategis hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa militer Israel telah "menciptakan zona keamanan yang nyata" dan bertekad untuk memperluasnya lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon.

Israel Gempur Lebanon Hizbullah Tolak Berunding
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami hanya menciptakan zona penyangga yang lebih besar yang dapat mencegah invasi darat ke Israel dan serangan rudal," ujar Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis oleh kantornya, menegaskan tujuan defensif dari operasi tersebut.

Di sisi lain, Hizbullah merilis puluhan klaim serangan terhadap pasukan Israel. Mereka juga menyatakan telah melancarkan serangan rudal pada Kamis pagi ke sejumlah lokasi militer di Israel tengah, yang memicu bunyi sirene peringatan serangan udara. Namun, media Israel melaporkan bahwa enam roket Hizbullah yang menargetkan wilayah tengah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Hizbullah mengklaim telah melakukan lebih dari 80 serangan pada hari Rabu, menandai rekor serangan harian tertinggi dalam konflik yang sedang berlangsung. Mereka juga melaporkan telah menyerang pasukan Israel di sembilan kota perbatasan. Militer Israel mengonfirmasi bahwa seorang tentaranya terluka parah akibat tembakan roket di Lebanon selatan, sementara seorang perwira lainnya mengalami luka ringan dalam pertempuran. Serangan roket yang menargetkan wilayah Haifa di Israel utara dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.

Konflik di Lebanon terseret ke dalam pusaran perang Timur Tengah sejak 2 Maret, ketika Hizbullah memulai rentetan serangan roket ke Israel. Aksi ini diklaim sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Presiden Lebanon telah mengajukan seruan untuk negosiasi langsung yang historis dengan Israel. Namun, Tel Aviv sejauh ini menolak mentah-mentah usulan tersebut. Senada, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menerima perundingan di tengah gempuran. Menurut Hizbullah, bernegosiasi dengan Israel saat serangan masih berlangsung sama saja dengan "menyerah".

"Ketika negosiasi dengan musuh Israel diusulkan di bawah serangan, ini adalah pemaksaan penyerahan diri," tegas Qassem. Menanggapi situasi ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan tembakan. Guterres secara khusus memperingatkan Israel agar tidak mengaplikasikan "model Gaza" di Lebanon selatan, sebuah skenario yang dikhawatirkan beberapa pejabat Israel dan berpotensi memicu pengungsian massal.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer