Bangkaterkini.id, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan, dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat pada Sabtu malam. Peristiwa yang menerjang Dusun 6 dan 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT) ini, menyebabkan satu warga luka ringan, tujuh rumah rusak parah, dan 32 kepala keluarga terdampak langsung.
Bencana ini bermula dari guyuran hujan deras yang tak henti-hentinya sejak Sabtu sore sekitar pukul 18.30 WIB. Tak lama berselang, longsor besar disertai suara gemuruh menghantam permukiman warga dari arah belakang. Kondisi semakin parah saat banjir bandang menerjang sekitar pukul 20.00 WIB, membawa serta arus air yang sangat deras hingga menyeret sebagian bangunan rumah. Satu korban luka ringan akibat tertimpa material longsor telah menerima penanganan medis, sementara tujuh unit rumah dilaporkan rusak berat, dengan satu di antaranya bahkan tertimbun longsor.

Menanggapi situasi darurat ini, Polres OKU Selatan, melalui Polsek Banding Agung, segera bergerak cepat menuju lokasi bencana. Tim kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan darurat berjalan efektif.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, dalam keterangannya pada Minggu (29/3/2026), menegaskan komitmen penanganan bencana. "Polres OKU Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait telah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana ini. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih," ujarnya. Sebagai bagian dari upaya terpadu, Polres OKU Selatan bersama pemerintah daerah dan unsur TNI juga telah mendirikan posko terpadu serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu, Nandang juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. "Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda potensi bencana. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pungkasnya, menekankan pentingnya respons cepat demi keselamatan bersama.
