Diplomat PBB Mundur Ungkap Skenario Nuklir Iran

Bangkaterkini.id, seorang diplomat senior yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutuskan untuk mengakhiri jabatannya. Keputusan mengejutkan ini diambil setelah ia secara terbuka mengklaim bahwa

Dharma

Diplomat PBB Mundur Ungkap Skenario Nuklir Iran

Bangkaterkini.id, seorang diplomat senior yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutuskan untuk mengakhiri jabatannya. Keputusan mengejutkan ini diambil setelah ia secara terbuka mengklaim bahwa badan dunia tersebut tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran, di tengah gejolak konflik global yang terus memanas.

Mohamad Safa, yang sebelumnya menjabat sebagai perwakilan utama Patriotic Vision (PVA) di PBB, mengumumkan pengunduran dirinya melalui platform media sosial X. Pengumuman tersebut disertai dengan surat yang merinci alasan di balik keputusannya yang krusial. PVA sendiri merupakan organisasi internasional yang memegang status konsultatif khusus di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).

Diplomat PBB Mundur Ungkap Skenario Nuklir Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam pernyataannya di X, Safa menjelaskan bahwa pengunduran dirinya merupakan hasil dari pertimbangan mendalam. Ia menyoroti dugaan bahwa beberapa pejabat tinggi PBB justru melayani kepentingan lobi-lobi kuat, alih-alih mengabdi pada misi PBB yang sesungguhnya. "Setelah banyak pertimbangan, dan setelah menjadi jelas bagi saya bahwa beberapa pejabat senior PBB melayani lobi yang kuat dan bukan melayani PBB, saya telah memutuskan untuk menangguhkan semua tugas saya sebagai Perwakilan Utama PVA di PBB dan dari semua komite/kelompok PBB yang saya menjadi anggotanya," tulis Safa.

Ia menegaskan tidak sanggup secara moral untuk terlibat atau bahkan sekadar menyaksikan apa yang ia sebut sebagai persiapan PBB untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir. "Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik, menjadi bagian dari atau menyaksikan apa yang terjadi pada saat PBB sedang bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir," tambahnya.

Dalam sebuah unggahan terpisah yang telah dilihat lebih dari 9 juta kali, Safa membagikan foto Teheran, ibu kota Iran, sembari menggarisbawahi potensi penggunaan senjata nuklir di negara tersebut. Ia menekankan bahwa PBB sedang menyusun skenario untuk menghadapi situasi mengerikan ini. "Saya pikir orang-orang tidak memahami betapa seriusnya situasi ini karena PBB sedang bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran," ungkap Safa.

Ia juga melontarkan kritik tajam kepada para pendukung perang, mengingatkan bahwa Teheran bukanlah gurun kosong dengan populasi rendah. Sebaliknya, kota tersebut adalah rumah bagi hampir 10 juta jiwa, lengkap dengan keluarga, anak-anak, hewan peliharaan, dan individu-individu pekerja keras dengan impian mereka. Safa bahkan meminta pengikutnya untuk membayangkan jika kota-kota besar seperti Washington, Berlin, Paris, atau London dibom dengan senjata nuklir.

Safa menyatakan bahwa ia rela mengorbankan karier diplomatiknya demi membocorkan informasi ini. Tujuannya adalah untuk mencegah apa yang ia sebut sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan" dan "musim dingin nuklir" sebelum semuanya terlambat. Ia menyerukan agar masyarakat menanggapi serius ancaman nuklir, menyebarkan pesan ini ke seluruh dunia, turun ke jalan, dan berunjuk rasa demi kemanusiaan serta masa depan bersama. "Hanya rakyat yang dapat menghentikannya. Sejarah akan mengingat kita," tegasnya.

Lebih lanjut, Safa mengungkapkan bahwa keinginan untuk mundur sudah muncul sejak tahun 2023, namun ia berusaha bersabar selama tiga tahun terakhir. Ia menyinggung serangkaian konflik di berbagai negara, dan mengklaim bahwa beberapa pejabat PBB enggan menuduh Amerika Serikat dan Israel melanggar hukum internasional. Safa juga mengaku menghadapi kritik, bahkan ancaman pembunuhan, setelah ia menyuarakan kekhawatirannya dan menawarkan perspektif berbeda menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023 yang memicu perang di Jalur Gaza.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer