Bangkaterkini.id, Jaksa Agung ST Burhanuddin secara tegas mendesak Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI untuk menggelar pelelangan aset sitaan kasus korupsi secara lebih sering, bahkan jika memungkinkan, tidak hanya setahun sekali. Desakan ini muncul lantaran tingginya biaya perawatan aset-aset tersebut yang dinilai membebani keuangan negara. Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin dalam acara penutupan BPA Fair 2026 di kantor BPA Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Kamis (21/05/2026).
Burhanuddin mengawali pernyataannya dengan merespons keinginan Kepala BPA Kejaksaan, Kuntadi, yang berharap BPA Fair dapat menjadi agenda tahunan. Namun, Burhanuddin menekankan bahwa frekuensi pelelangan aset tidak boleh terikat pada jadwal tahunan saja. "Saya mengharapkan, Pak Kuntadi, ini sesuai dengan harapan Pak Kuntadi, bahwa BPA Fair ini dilakukan secara terus, tiap tahun sebagai event yang tetap. Tapi saya mengharapkan bukan seluruh event yang tetap. Setiap ada waktu tertentu yang memang kita harus melakukan pelelangan, kita lakukan pelelangan. Jangan kita terikat satu tahun sekali," tegas Burhanuddin, mengutip pernyataannya.

Jaksa Agung khawatir barang bukti, khususnya aset bergerak seperti kendaraan bermotor, akan mengalami kerusakan jika terlalu lama mengendap tanpa dilelang. Menurutnya, biaya pemeliharaan dan penitipan aset-aset tersebut menjadi beban finansial yang signifikan bagi negara. "Saya mengharapkan adalah bahwa barang bukti ini jangan sampai terlalu mengendap lama. Karena kalau mengendap lama yang terjadi adalah kerusakan-kerusakan. Mobil terlalu lama, kita juga selain membiayai, ya pemeliharaannya harus kita biayai, kemudian penitupannya semua, itu akan menjadi beban pembiayaan," jelasnya.
Oleh karena itu, Burhanuddin menginstruksikan BPA Kejaksaan RI untuk tidak menunggu jadwal tahunan jika terdapat aset yang mendesak untuk dilelang. Ia berharap adanya percepatan dalam proses ini demi pemulihan keuangan negara. "Yang mungkin bisa dilelang secara ramai-ramai setahun sekali bolehlah. Tetapi hal-hal yang urgent, yang terutama saya mengharapkan ini ada percepatan-percepatan, sehingga keuangan negara juga kita segera pulihkan, dan tentunya saja kita harapkan adalah pelaksanaan dapat dilaksanakan cepat dan berhasil," pungkasnya, menekankan pentingnya efisiensi dan keberhasilan dalam setiap lelang.
