Bangkaterkini.id, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah mempersiapkan momen krusial: penyematan jaket partai kepada Presiden Joko Widodo. Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya peran resmi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, sebuah posisi yang diyakini akan memperjelas peta politik sang kepala negara.
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI, Grace Natalie, menegaskan bahwa Presiden Jokowi akan segera mengenakan jaket kebanggaan PSI. Namun, sebelum itu terjadi, Grace menekankan pentingnya bagi seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI di seluruh Indonesia untuk merampungkan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan.

"Ini serentak di wilayah lain juga berlangsung karena kita tahun depan kita sudah masuk verifikasi, dan segera merampungkan agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat," ungkap Grace saat kunjungan di Kupang, seperti dikutip dari detikBali. Setelah proses ini rampung, Jokowi direncanakan akan melakukan kunjungan ke berbagai daerah dengan mengenakan atribut resmi PSI.
Di sisi lain, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyoroti makna lebih dalam dari penyematan jaket ini. Menurut Bestari, momen tersebut secara implisit akan menjadi penanda bahwa Presiden Jokowi tidak lagi bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Penyematan jaket ini diharapkan dapat memperjelas status politik Bapak Jokowi di mata publik," ujar Bestari.
Bestari menambahkan bahwa Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang akan secara simbolis menyematkan jaket tersebut. Meski tanggal pasti belum ditetapkan, Bestari menekankan bahwa ini bukan sekadar formalitas. "Setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu akan menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," tegas Bestari kepada awak media akhir pekan ini. Ia menambahkan, "Tentunya kalau soal jaketnya itu kan simbolik. Penjaketan itu simbolik tentu menyesuaikan dengan waktu dan tempat nanti di mana Ketua Umum yang akan menyematkan secara simbolis, dimulainya efektifnya beliau nanti Pak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina."
Rencana Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI sendiri telah disampaikan Kaesang dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kunjungan ke Sumatera Selatan dan Lampung. Bestari berharap, prosesi ini akan mengakhiri segala keraguan di masyarakat mengenai afiliasi politik Jokowi. "Posisi politik beliau, ya biar nggak lagi ada keraguan, kebimbangan di masyarakat toh. Ini partainya sudah yang mana sekarang Pak Jokowi, kan begitu," pungkasnya.
Setelah resmi mengenakan jaket PSI, Bestari mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi direncanakan akan melakukan safari politik ke 38 provinsi di Indonesia. Beberapa daerah yang akan menjadi tujuan awal antara lain Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat. Dalam setiap kunjungan, PSI juga menitipkan pesan khusus kepada Jokowi untuk disampaikan kepada masyarakat dan relawan: "Dukung pemerintahan Prabowo-Gibran."

































