DPR Desak Pemerintah Pantau Kesehatan Warga TPA Jatiwaringin

Bangkaterkini.id, Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak pemerintah untuk serius memantau kondisi kesehatan warga yang bermukim di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir

Dharma

DPR Desak Pemerintah Pantau Kesehatan Warga TPA Jatiwaringin

Bangkaterkini.id, Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak pemerintah untuk serius memantau kondisi kesehatan warga yang bermukim di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang. Desakan ini muncul seiring dengan proses pemadaman kebakaran yang masih berlangsung di lokasi tersebut, menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menekankan pentingnya Indonesia memiliki sistem ketahanan kesehatan yang kuat dalam menghadapi risiko lingkungan. "Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang menunjukkan pentingnya Indonesia membangun sistem ketahanan kesehatan terhadap risiko lingkungan," ujar Yahya Zaini kepada wartawan, Rabu (8/7).

DPR Desak Pemerintah Pantau Kesehatan Warga TPA Jatiwaringin
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Yahya menegaskan bahwa pemantauan kesehatan tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemerintah diwajibkan untuk terus memantau kondisi kesehatan warga, mengingat potensi munculnya masalah kesehatan di kemudian hari yang mungkin tidak langsung terlihat saat ini. "Penanganan dampak kesehatan akibat faktor masalah lingkungan tidak cukup dilakukan hanya saat peristiwa terjadi. Pemerintah harus terus memantau kesehatan warga sampai periode meski kebakaran sudah padam," jelas legislator dari Fraksi Golkar ini.

Ia mencontohkan, meskipun saat ini yang teridentifikasi mungkin baru Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), masalah kesehatan lain berpotensi muncul di masa mendatang. Selain itu, Yahya juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologi bagi warga terdampak. "Termasuk dampak psiko-sosial masyarakat terdampak. Pendampingan psikologi dibutuhkan sebagai bagian dari trauma healing karena musibah lingkungan juga bisa berdampak pada kesehatan mental," tambahnya.

Untuk itu, Yahya mendesak pemerintah agar mengembangkan sistem pemantauan kesehatan pascakejadian (post-disaster health monitoring) yang berkelanjutan. Sistem ini krusial untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih akurat di masa depan.

Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin telah memasuki hari kesembilan. Dampak langsung dari peristiwa ini telah menyebabkan evakuasi terhadap 158 warga yang bermukim di sekitar lokasi.

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran, Ruli Riatno, merinci bahwa para pengungsi berasal dari dua desa, yakni Tanjakan Mekar dan Rajeg Mulya. "Data pengungsian per papan posko, Selasa, 7 Juli, menunjukkan Desa Tanjakan Mekar: 44 KK atau 144 jiwa, dan Desa Rajeg Mulya: 7 KK atau 14 jiwa. Total 51 KK atau 158 jiwa," terang Ruli, seperti dikutip bangkaterkini.id.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer