Bangkaterkini.id, Pemerintah Arab Saudi melayangkan kecaman keras menyusul insiden serangan drone di Uni Emirat Arab (UEA) yang memicu kebakaran di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah. Serangan ini, yang kini dalam penyelidikan otoritas UEA, dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa namun mengancam stabilitas kawasan.
Menurut keterangan Kementerian Pertahanan UEA, dua drone berhasil dicegat, namun satu drone lainnya berhasil menghantam generator listrik yang berlokasi strategis dekat PLTN Barakah, di wilayah al-Dhafra, Abu Dhabi. Pihak kementerian menyebutkan drone-drone tersebut masuk dari "perbatasan barat" tanpa merinci lebih lanjut sumbernya. Otoritas darurat telah merespons insiden tersebut dan mengkonfirmasi tidak ada laporan korban luka, demikian disampaikan Kantor Media Abu Dhabi.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa Kerajaan mengutuk keras "serangan terang-terangan" tersebut. Mereka menilai insiden ini secara langsung mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan Teluk. Lebih lanjut, Saudi kembali menyatakan solidaritas penuhnya dengan UEA dan mendukung segala langkah yang diambil untuk menjaga kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayahnya.
Sebagai tindak lanjut, Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Saudi, segera melakukan komunikasi via telepon dengan Sheikh Abdullah bin Zayed, Menteri Luar Negeri UEA. Kedua pejabat tinggi tersebut dilaporkan media pemerintah Saudi, SPA, membahas langkah-langkah keamanan pasca-serangan.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri UEA juga mengeluarkan pernyataan keras, mengutuk serangan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya". "UEA menekankan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir ancaman apa pun terhadap keamanan dan kedaulatannya dalam keadaan apa pun," tegas pernyataan kementerian tersebut.
Anwar Gargash, Penasihat Presiden UEA, tidak ragu melabeli penargetan PLTN Barakah sebagai tindakan "teroris". Ia secara tersirat menuding Iran atau proksinya sebagai dalang di balik insiden ini, menyebutnya sebagai "perkembangan buruk yang melanggar semua hukum dan norma internasional, mencerminkan pengabaian kriminal terhadap nyawa warga sipil di UEA dan sekitarnya." Gargash juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang akan berhasil merusak visi UEA yang berpusat pada keamanan, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran di kawasan.
