Bangkaterkini.id, PDI Perjuangan (PDIP) dengan tegas membantah tudingan adanya jaringan politik yang mengaitkan mereka dengan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Bantahan ini disampaikan menyusul klaim dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Bersatu, yang menuding adanya afiliasi tersembunyi di balik gerakan mahasiswa.
Klaim tersebut pertama kali dilontarkan pada Selasa (16/6) oleh perwakilan Aliansi BEM Bersatu, Rahmat Djimbula dari BEM Hukum UIC, dalam sebuah konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur. Djimbula menyoroti dugaan kedekatan Tiyo Ardianto, salah satu penggerak aksi, dengan seorang purnawirawan jenderal. Ia membeberkan bahwa kendaraan Fortuner yang digunakan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, yang disebut-sebut sebagai adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Setyo Sularso sendiri merupakan besan dari Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, yang dikenal sebagai tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Kehadiran politikus PDIP, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi juga turut menjadi sorotan, memperkuat dugaan adanya jejaring politik.

Menanggapi tudingan tersebut, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menekankan pentingnya merespons kritik dengan data, bukan dengan pelabelan yang berpotensi mengaburkan substansi masalah. "Melabeli aktivis atau warga yang kritis sebagai bagian dari kubu politik tertentu adalah cara paling mudah untuk menghindari substansi persoalan," ujar Ganjar pada Rabu (17/6). Ia menambahkan bahwa negara ini dibangun untuk melindungi hak warga negara, termasuk hak untuk berbeda pendapat, dan bukan untuk melayani penguasa. Ganjar juga memperingatkan bahaya jika validitas kritik diukur berdasarkan siapa yang menyampaikan, bukan fakta yang ada, yang dapat mengarah pada "politik loyalitas."
Senada, Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, turut membantah keras tudingan keterlibatan partainya dalam menggerakkan mahasiswa. Said menegaskan bahwa sesuai arahan Ketua Umum, PDIP tidak pernah terlibat dalam demonstrasi mahasiswa, baik sebagai kader maupun anggota. "Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi… tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan," tegas Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Ia juga menepis anggapan bahwa kehadiran Andi Widjajanto dalam massa aksi dapat diartikan sebagai keterlibatan PDIP. Mengenai dugaan kaitan kepemilikan kendaraan dengan jaringan keluarga Andhika Perkasa, Said menilai hal itu "sangat tidak make sense" dan tidak pada tempatnya untuk dipermasalahkan.
Politikus PDIP Guntur Romli menambahkan bahwa tudingan Aliansi BEM Bersatu adalah "cocokologi" yang dipaksakan dan "sesat pikir." Guntur menyatakan bahwa PDIP sama sekali tidak terlibat, mendanai, maupun memfasilitasi aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa kehadiran tokoh atau kader di ruang publik adalah hak konstitusional warga negara, bukan bentuk mobilisasi partai. Guntur juga mengecam tuduhan "murahan" yang menyebut aksi mahasiswa "ditunggangi" sebagai penghinaan terhadap independensi dan nalar kritis mahasiswa. Ia bahkan menyebut kelompok "BEM Bersatu" sebagai "MAHASEWA" karena adanya bantahan afiliasi dari organisasi kampus asal mereka, seraya mendesak semua pihak untuk berdebat substansi dan adu gagasan yang sehat.

































