Bangkaterkini.id, Presiden Prabowo Subianto telah menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam sebuah pertemuan bilateral yang intens dan produktif di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin. Dialog yang berlangsung "dari hati ke hati" ini menghasilkan 26 kesepakatan penting yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis dan menjaga stabilitas serta kemakmuran kawasan.
Salah satu poin krusial yang disepakati adalah komitmen Indonesia dan Singapura untuk menjaga Selat Malaka tetap terbuka, aman, dan dapat diakses oleh semua pihak. Presiden Prabowo menekankan pentingnya jalur pelayaran strategis ini bagi kedua negara yang berbatasan langsung. "Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak," ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama PM Wong. Ia menambahkan, kedua negara juga akan berupaya memelihara keamanan dari polusi, kecelakaan, dan ancaman perompakan. Koordinasi dengan Malaysia dan Thailand akan terus diperkuat sesuai dengan ketentuan UNCLOS 1982.

Prabowo menggambarkan pertemuan ini sebagai cerminan kematangan, kepercayaan, dan nilai strategis dalam hubungan Indonesia-Singapura. Ia menegaskan, segala potensi kesalahpahaman atau perbedaan persepsi akan diselesaikan secara terbuka dan sebagai sahabat. Sebanyak 26 capaian konkret tercatat dari pertemuan ini, terdiri dari 18 kesepakatan antarpemerintah dan 8 kesepakatan bisnis-ke-bisnis. Kesepakatan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi digital, energi, ketahanan pangan, rantai pasok, hingga pertahanan keamanan. Di sektor ekonomi, implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, dengan penunjukan BPI Danantara, menjadi salah satu langkah nyata.
Dari sisi Singapura, PM Lawrence Wong menyampaikan apresiasi atas dialog yang jujur dan terbuka. Ia menegaskan keyakinan penuh Singapura terhadap masa depan Indonesia, yang tercermin dari investasi konsisten selama bertahun-tahun. "Singapura memiliki keyakinan penuh pada masa depan Indonesia. Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kita terkait erat," kata PM Wong. Ia mencontohkan minat kuat investor di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) yang berkembang menjadi pusat digital yang dinamis, serta perluasan Kendal Industrial Park yang sukses menciptakan lapangan kerja dan akan dikembangkan 1.000 hektare lagi.
Selain itu, PM Wong juga menyoroti komitmen untuk memperkuat ketahanan rantai pasok dan meningkatkan daya saing ASEAN melalui kolaborasi. Hubungan antarmasyarakat juga menjadi fokus utama, dengan wacana peningkatan pertukaran pelajar antara Sekolah Garuda dan Taruna Nusantara dari Indonesia ke Singapura. "Kami ingin mempromosikan lebih banyak pertukaran dengan Sekolah Garuda agar generasi muda kita dapat belajar satu sama lain," ungkap PM Wong, menyebut kunjungan Taruna Nusantara ke Singapura yang akan datang sebagai bukti nyata.
Dalam pertemuan penting ini, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri kunci seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sementara itu, PM Wong membawa serta delegasi tingkat tinggi termasuk Wakil PM Gan Kim Yong dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mempererat kemitraan.
Pertemuan ini tidak hanya mempererat ikatan bilateral, tetapi juga menegaskan visi bersama Indonesia dan Singapura untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan. Komitmen untuk terus berupaya menjaga kondisi ini secara berkelanjutan menjadi landasan kuat bagi masa depan kerja sama kedua negara sebagai tetangga dekat dan mitra strategis.

































