Bangkaterkini.id, Sebuah insiden tragis menimpa sebuah speedboat yang mengangkut sepuluh penumpang di perairan Maluku Barat Daya. Dihantam gelombang tinggi dan angin kencang, kapal tersebut tenggelam, mengakibatkan satu korban jiwa dan tujuh penumpang lainnya dinyatakan hilang. Dua orang berhasil selamat dari musibah yang terjadi pada Kamis pagi.
Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi di Perairan Pulau Dai, tepatnya di wilayah Desa Sinairusi, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Menurut informasi, speedboat tersebut bertolak dari Desa Sanairusi menuju Tepa pada Kamis (11/6) sekitar pukul 07.30 WIT.

Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan dari dua korban selamat, Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). "Menurut korban Yakop dan Ignasius, saat speedboat tiba di antara Pulau Dai dan Desa Tepa, tiba-tiba terjadi angin (yang memicu) gelombang dan menghantam badan speedboat," ujar Budhi, seperti dikutip Bangkaterkini.id.
Setelah hantaman ombak, air laut dengan cepat memenuhi lambung speedboat. Tak berselang lama, kapal itu pun tenggelam di antara perairan pulau tersebut. Para penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan berenang. Yakop dan Ignasius berhasil berenang menuju daratan Pulau Dai yang masih terlihat, dan sempat melihat korban lain, Asael Danie, berenang di belakang mereka.
Namun, Budhi menuturkan, kondisi gelombang yang sangat tinggi saat itu menghalangi kedua korban selamat untuk menolong Asael. Mereka kemudian melihat Asael diduga tenggelam. "Keadaan korban yang sudah lanjut usia dan kondisi cuaca yang tidak baik sehingga kedua saksi tidak sempat menolong korban dan berenang menyelamatkan diri ke daratan," jelas Budhi lebih lanjut.
Hingga kini, upaya pencarian terhadap tujuh penumpang yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dan aparat setempat, dengan harapan dapat menemukan korban lainnya.

































