Bangkaterkini.id, Jakarta – Elite PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, melayangkan kritik tajam kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sentilan ini muncul setelah AHY menyarankan PDIP untuk tetap memberikan kritik konstruktif meskipun berada di luar pemerintahan. Deddy Sitorus dengan tegas meminta AHY untuk tidak menghasut dan menghormati sikap politik yang telah diambil oleh PDIP.
Sebelumnya, AHY dalam pernyataannya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (22/6), mengungkapkan penghormatannya terhadap posisi PDIP. Ia memahami bahwa setiap partai memiliki agenda dan kepentingan tersendiri, namun menekankan pentingnya menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan partisan. AHY juga menyoroti pengalaman Partai Demokrat yang pernah berada di posisi oposisi maupun sebagai partai penguasa, yang menurutnya memberikan kelengkapan pengalaman dan rekam jejak.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menjelaskan bahwa partai yang berada dalam koalisi pemerintah memiliki peran menjaga kelancaran program. Sebaliknya, sebagai oposisi, tugasnya adalah memberikan kritik membangun yang disertai solusi, tanpa memecah belah bangsa atau mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah. AHY juga menekankan pentingnya pengawasan dan keseimbangan (checks and balances) dalam demokrasi, seraya menitipkan pesan kepada Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI, Eddhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), untuk terus mengawal semangat positif di parlemen.
Menanggapi hal tersebut, Deddy Sitorus mengungkapkan bahwa PDIP kerap dituding sebagai dalang di balik berbagai aksi demonstrasi. Ia menyebutkan tudingan serupa pernah terjadi pada tahun 2025 (kemungkinan merujuk pada peristiwa sebelumnya) dan kini kembali muncul pada tahun 2026 (kemungkinan merujuk pada konteks saat ini). Deddy menegaskan bahwa tudingan-tudingan tersebut tidak pernah terbukti, seperti pada tahun 2025 di mana tidak ada satu pun kader PDIP yang diproses hukum terkait demo.
Ketua DPP PDIP ini juga menyinggung tuduhan terhadap salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, sebagai dalang demo, bahkan sampai seorang menteri koordinator seperti AHY ikut berkomentar dengan mengatakan "jangan menghasut". Deddy menilai hal ini membuktikan bahwa partai yang berada di luar pemerintahan seringkali mudah dijadikan kambing hitam.
Menurut Deddy, kegaduhan partai-partai lain mengenai posisi PDIP kemungkinan besar didasari oleh ketidakpuasan internal mereka sendiri di dalam pemerintahan, atau mungkin upaya untuk mendapatkan perhatian lebih dari presiden. Ia menyebut tudingan-tudingan tersebut sebagai "asal bunyi" tanpa didukung fakta yang kuat.
Meskipun demikian, Deddy Sitorus menyatakan PDIP tidak mempersoalkan banyaknya tuduhan tersebut. Ia berpandangan bahwa sentimen publik justru menjadi positif karena melihat aspirasi mahasiswa yang disuarakan adalah kebenaran sejati, bukan hasil rekayasa. Deddy menegaskan bahwa hampir tidak mungkin mengorkestrasi demonstrasi besar-besaran di seluruh Indonesia hanya dengan mendorong pihak-pihak tertentu, melainkan murni dari gerakan mahasiswa.
Deddy Sitorus lantas meminta partai-partai koalisi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa, alih-alih menjadikan PDIP sebagai kambing hitam. "Kalau mau cari kambing ya pas kurban, jangan pas hari-hari begini," sentil Deddy, menyiratkan agar pihak-pihak terkait tidak mencari kambing hitam saat rakyat dan mahasiswa merasa aspirasi mereka diabaikan.

































