Bangkaterkini.id, Kepolisian terus mengintensifkan penyelidikan terhadap insiden penyerangan brutal yang menewaskan tiga personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan. Peristiwa tragis ini terjadi saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Dalam perkembangan terbaru, aparat berhasil mengamankan dua terduga pelaku, yaitu Saldy dan Isnan Melani Pebriansyah alias Robi.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengungkapkan bahwa Robi, yang berhasil ditangkap pada Sabtu siang, menambah jumlah terduga pelaku yang diamankan menjadi dua orang. Robi berhasil dibekuk di sebuah pondok terpencil di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah. Meskipun demikian, pihak kepolisian belum dapat merinci peran pasti Robi dalam insiden berdarah tersebut, mengingat proses penyelidikan dan pendalaman masih berlangsung intensif. "R memang sudah kami amankan pada Sabtu siang. Namun, untuk perannya belum dapat kami sampaikan karena masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik," jelas AKBP Dodik Hartono.

Sementara itu, dua individu lain yang diduga kuat terlibat, yakni Ramblan dan Bio, yang diketahui merupakan saudara kandung Saldy, hingga kini masih menjadi buronan. Tim khusus gabungan yang terdiri dari Mabes Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polres Katingan terus memburu keduanya tanpa henti. AKBP Dodik Hartono menegaskan komitmen kepolisian untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas. "Kami tidak akan berhenti pada dua orang yang sudah diamankan. Ramblan, Bio, maupun siapa pun yang nantinya terbukti terlibat akan terus kami kejar dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini akan kami tuntaskan," tegasnya.
Tragedi berdarah ini sebelumnya telah merenggut nyawa tiga anggota Polri yang gugur dalam tugas: Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, fokus penanganan kini sepenuhnya diarahkan pada penegakan hukum terhadap semua pihak yang diduga terlibat dalam insiden yang mengguncang Kabupaten Katingan tersebut, demi tegaknya keadilan bagi para korban dan keluarga.

































