Bangkaterkini.id, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho secara resmi mengizinkan penggunaan lampu rotator dan sirine, atau yang akrab disebut "tot tot wuk wuk," bagi petugas Patroli Jalan Raya (PJR) saat bertugas di jalan tol. Kebijakan ini merupakan pengecualian dari moratorium umum yang masih berlaku, difokuskan untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memastikan kelancaran arus kendaraan.
Irjen Agus menjelaskan bahwa izin khusus ini diberikan untuk kepentingan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), khususnya pada jam-jam rawan di jalan tol. Penggunaan perangkat tersebut diharapkan dapat menjadi alat efektif dalam manajemen lalu lintas.

"Pada Rakernis sebelumnya, saya telah mengimbau agar penggunaan sirine dan rotator tetap dibekukan secara umum. Namun, khusus untuk di jalan tol, dalam rangka patroli, saya izinkan penggunaannya," tegas Irjen Agus saat memantau langsung arus balik libur panjang di kawasan Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Menurut Kakorlantas, tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan tol. Suara sirine dari kendaraan patroli PJR diyakini efektif sebagai pengingat bagi pengendara, terutama pada jam-jam sibuk, agar tidak melaju melebihi batas kecepatan atau menggunakan bahu jalan secara tidak sah. "Kehadiran patroli dengan sirine akan mengimbau kendaraan yang melintas di jalan tol untuk lebih disiplin," tambahnya.
Irjen Agus mencontohkan, penggunaan sirine dan rotator ini telah diterapkan PJR untuk mengatasi kepadatan kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta. Salah satu prioritas utama adalah menertibkan kendaraan besar atau truk agar tetap berada di jalur kiri, sehingga tidak menghambat arus lalu lintas.
Hingga berakhirnya periode libur panjang, Irjen Agus memastikan bahwa arus balik di berbagai ruas tol utama, termasuk Tol Trans Jawa, jalur menuju Cikupa, dan Trans Sumatera, terpantau aman dan terkendali. Ia mengapresiasi kesiagaan personel di lapangan serta patroli dinamis yang berhasil menekan angka fatalitas kecelakaan. "Laporan dari Dirlantas menunjukkan situasi yang terkendali, dan kami terus hadir di lapangan. Tidak ada insiden kecelakaan menonjol," tutupnya.
