Titik Terang Damai AS Iran Namun Isu Kunci Alot

Bangkaterkini.id, Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus bergulir, dengan Pakistan mengambil peran sentral sebagai mediator. Meskipun ada sinyal-sinyal positif dari

Dharma

Titik Terang Damai AS Iran Namun Isu Kunci Alot

Bangkaterkini.id, Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus bergulir, dengan Pakistan mengambil peran sentral sebagai mediator. Meskipun ada sinyal-sinyal positif dari meja perundingan, dua isu krusial – pasokan uranium yang diperkaya milik Iran dan kendali atas Selat Hormuz – masih menjadi batu sandungan utama yang menghambat kemajuan signifikan.

Dalam upaya mediasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi dilaporkan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Teheran pada Jumat (22/5) waktu setempat. Pertemuan ini, yang berlangsung di ibu kota Iran, bertujuan untuk membahas proposal guna mengakhiri konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel. Naqvi diketahui baru saja menyampaikan pesan terbaru dari Washington kepada Teheran dalam serangkaian negosiasi tidak langsung yang sedang berlangsung.

Titik Terang Damai AS Iran Namun Isu Kunci Alot
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kantor berita ISNA dan Tasnim mengindikasikan bahwa Naqvi berperan sebagai fasilitator kunci dalam komunikasi tidak langsung antara kedua negara adidaya tersebut, dengan tujuan merumuskan kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan menjembatani perbedaan.

Dari Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kepada awak media bahwa ia melihat "beberapa pertanda baik" dalam dinamika perundingan. Kendati demikian, Rubio memberikan peringatan tegas: tidak akan ada resolusi jika Teheran bersikeras memberlakukan pungutan tol di Selat Hormuz, jalur vital yang praktis lumpuh sejak konflik pecah. "Ada beberapa pertanda baik," ujar Rubio, menambahkan, "Saya tidak ingin terlalu optimis… Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan."

Sebuah sumber senior Iran yang dikutip Reuters pada Kamis (21/5) mengungkapkan bahwa kesenjangan dalam pembicaraan telah menyempit. Namun, sumber tersebut menegaskan bahwa isu pengayaan uranium dan status Selat Hormuz tetap menjadi poin-poin yang paling alot dan belum menemukan titik temu.

Konflik yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu telah mengguncang perekonomian global. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan inflasi yang merajalela di berbagai belahan dunia. Sebelum perang, Selat Hormuz merupakan arteri vital yang dilewati oleh sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Di tengah ketidakpastian perundingan damai, dolar AS terpantau mendekati level tertinggi dalam enam minggu terakhir pada Jumat (22/5). Sementara itu, harga minyak justru mengalami kenaikan, mencerminkan keraguan investor terhadap prospek terobosan nyata dalam negosiasi. Analis pasar dari IG Australia, Tony Sycamore, menyuarakan skeptisisme. "Kita sudah memasuki akhir minggu ke-12, sudah enam minggu gencatan senjata, dan saya tidak begitu yakin kita semakin dekat dengan resolusi antara AS dan Iran," kata Sycamore mengenai situasi di Timur Tengah.

Ikuti Kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer