Bangkaterkini.id, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini mengungkapkan perkembangan signifikan terkait rencana pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur. Fadli Zon menegaskan bahwa chattra yang akan dipasang bukanlah terbuat dari batu, melainkan material perunggu. "Bukan, bukan. Bukan dari batu. Ini adaptasi, istilahnya," jelas Fadli Zon seperti dilansir Bangkaterkini.id, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Fadli Zon, pemilihan bahan perunggu didasari oleh pertimbangan bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan batu. Ia menambahkan bahwa penggunaan chattra dengan material serupa telah lazim diterapkan di berbagai situs bersejarah di seluruh dunia. "Ini adaptasi, jadi jauh lebih ringan. Itu semua dipakai di seluruh situs-situs, bahkan di tempat lahirnya Sang Buddha juga digunakan. Begitu juga di India, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar," imbuhnya.

Pemasangan chattra ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru yang signifikan bagi Candi Borobudur. Fadli Zon berharap inisiatif ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik yang tertarik pada aspek sejarah maupun religi. Secara khusus, ia menargetkan kedatangan umat Buddha dari berbagai penjuru dunia.
"Dengan begitu, akan semakin banyak yang hadir, baik wisatawan karena alasan sejarah maupun alasan religi. Mudah-mudahan semakin banyak juga nanti umat Buddha dari seluruh dunia yang datang ke sini," kata Fadli Zon. Ia juga menyoroti potensi besar dari populasi umat Buddha global yang diperkirakan mencapai 500 hingga 600 juta jiwa. "Kalau satu persen saja bisa 5-6 juta (pengunjung)," pungkasnya, menunjukkan optimisme terhadap dampak positif pemasangan chattra tersebut.
