Bangkaterkini.id, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) belum lama ini menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program pilah sampah yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia secara tegas menyerukan agar inisiatif serupa dapat segera direplikasi oleh daerah-daerah lain di seluruh penjuru Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri ‘Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah’ yang diselenggarakan di Monas, Jakarta. Menurutnya, program pemilahan sampah ini menjadi sangat krusial mengingat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, kini tidak lagi mengizinkan praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping.

"Apa yang disampaikan Pak Gubernur harus kita laksanakan. Karena open dumping sudah tidak boleh. Nantinya, tempat seperti Bantargebang akan ditutup, tidak boleh lagi," jelas Zulhas kepada awak media di lokasi acara.
Zulhas menekankan pentingnya penanganan sampah yang tuntas di setiap daerah. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran berupa open dumping akan dikenai sanksi berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Sehingga sampah itu di tiap tempat harus selesai. Kalau open dumping masih seperti sekarang, tentu akan kena penalti. Ada undang-undang sekarang," tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan "stick and carrot" atau insentif dan sanksi sangat dibutuhkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dan pemerintah daerah. "Memang harus ada stick and carrot, harus kita paksa. Kalau tidak, ya tentu kita tidak berubah-ubah. Saudara-saudara tahu, sampah itu dampaknya luar biasa, merusak lingkungan, menimbulkan polusi, belum kalau mikroplastik, kan? Bisa menimbulkan kanker," lanjut Zulhas, menyoroti bahaya serius sampah bagi kesehatan dan lingkungan.
Zulhas kembali melontarkan pujian atas kecepatan dan efektivitas program pilah sampah gagasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia bahkan telah menginstruksikan jajaran deputinya untuk mempelajari dan menduplikasi model yang diterapkan Jakarta. "Jadi sekali lagi, yang dilakukan Gubernur ini cepat sekali. Bahkan saya sudah minta deputi saya untuk meng-copy. Jadi apa yang dilakukan Gubernur DKI, tidak usah mikir lagi, minta pemerintah daerah lain tiru saja. Sehingga bisa cepat dilakukan," ungkapnya.
Rencana implementasi program ini tidak hanya berhenti di ibu kota. Zulhas menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera dan pulau-pulau lainnya, untuk mendorong adopsi program pilah sampah yang terbukti efektif.

































